Regulasi Perbankan

Anti Fraud

Dalam usaha kami untuk melayani dan melindungi nasabah dari upaya tindakan penyalahgunaan sarana Bank sehingga menimbulkan kerugian bagi nasabah, atau stakeholders lainnya, maka kami mempersiapkan beberapa tips agar nasabah Bank dapat menumbuhkan budaya kehati-hatian dan kewaspadaan dalam setiap kegiatan perbankan.

Fraud adalah tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau memanipulasi Bank, nasabah, atau pihak lain, yang terjadi di lingkungan internal atau external Bank dan/atau menggunakan sarana Bank sehingga mengakibatkan Bank, nasabah, atau pihak lain menderita kerugian dan/atau pelaku Fraud memperoleh keuntungan keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Jenis-jenis perbuatan / tindakan yang tergolong Fraud adalah pemalsuan, penggelapan aset, tindak pidana perbankan, pencurian data informasi, dan tindakan-tindakan lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu.

Beberapa tips untuk anda sebagai berikut:

  • Menjaga buku tabungan, kartu ATM maupun bilyet deposito, cek / giro Anda, kunci SDB di tempat yang aman dan jangan menitipkannya kepada orang lain bahkan petugas Bank sekalipun.
  • Pastikan setiap lembar cek dan bilyet giro dalam buku yang anda ambil telah lengkap dan berurut. (Satu buku berisikan 25 lembar cek / BG dengan nomor berurut, dan dilengkapi dengan resi sebagai bukti penerimaan dan form permintaan buku baru)
  • Segera laporkan ke Bank jika cek / giro Anda hilang atau dicuri.
  • Saat menulis cek / giro, selalu gunakan tinta yang tidak dapat dihapus, mesin ketik atau printer - jangan menggunakan pensil.
  • Pastikan anda menulis angka dan terbilang pada cek / giro tanpa menyisakan spasi dan gunakan tarikan garis untuk mengisi kekosongan yang timbul, yang memungkinkan penambahan / perubahan.
  • Pastikan kebenaran setiap transaksi Anda dengan memeriksa saldo pada buku tabungan dan bukti transaksi yang sudah divalidasi, atau aktifitas perbankan lainnya, sebelum anda meninggalkan Bank.
  • Jangan memberikan kuasa kepada orang yang tidak anda kenal baik dan atau karyawan Bank untuk bertransaksi dengan Bank.
  • Simpanlah bukti tanda terima barang jaminan ketika Anda menyerahkan barang jaminan kepada pihak Bank.
  • Senantiasa periksa dan cocokan semua transaksi pada rekening-rekening anda secara periodik.
  • Bertanyalah dan pahami secara jelas setiap pertanyaan, data dan dokumen yang diminta oleh petugas Bank.
  • Jangan pernah:
    • Memberikan PIN / password Anda kepada siapapun termasuk karyawan Bank,
    • Menggunakan PIN / password yang sama untuk masuk ke berbagai situs web, menulis PIN / password pada kertas.
  • Ubahlah PIN / password Anda secara berkala.
  • Gunakan PIN / password yang berbeda dari alamat, nama, nomor telepon, kartu identitas atau tanggal lahir Anda, dan hindari penggunaan PIN / password yang gampang ditebak.
  • Berhati-hatilah dalam menggunakan kartu ATM dan PIN Anda agar tidak terlihat atau dibaca orang lain sewaktu bertransaksi di ATM
  • Dalam berhubungan dengan karyawan kami, perlu Anda ketahui bahwa :
    • Karyawan kami dilarang untuk meminta atau menerima suatu imbalan, komisi, uang atau barang berharga untuk jasa ataupun pelayanan yang diberikan kepada nasabah dan atau stakeholders.
    • Karyawan Bank wajib melindungi informasi nasabah yang bersifat rahasia dan dilarang untuk memberikan informasi data nasabah kepada pihak lain tanpa adanya persetujuan dari Manajemen Bank.


Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, atau indikasi dan pemberitahuan kejadian, silahkan menghubungi :

SKAI & Fungsi Penerapan Anti Fraud
PT. Bank Mestika Dharma Tbk
Jl.H.Z.Arifin No.118 Medan 20152
Tel. (061) 4525800 (Hunting)
Ext. 1804, 1805
or Email :
limin_mestika@yahoo.com

Mediasi Perbankan

Mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia No. 8/5/PBI/2006 sebagaimana telah diubah oleh Peraturan Bank Indonesia No. 10/1/PBI/2008 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 8/14/DPNP tentang Mediasi Perbankan serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 2/SEOJK.07/2014 tentang Pelayanan Dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan, dengan ini diinformasikan Prosedur Pengajuan Penyelesaian Sengketa oleh Nasabah Melalui Mediasi Perbankan, sebagai berikut:


Pengertian Mediasi Perbankan


Mediasi Perbankan adalah proses penyelesaian sengketa yang melibatkan mediator untuk membantu para pihak yang bersengketa guna mencapai penyelesaian dalam bentuk kesepakatan sukarela terhadap sebagian ataupun seluruh permasalahan yang disengketakan. Dalam hal ini fungsi Mediasi Perbankan dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa yang dimuat dalam Daftar Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.


Fungsi Mediasi Perbankan


Fungsi Mediasi Perbankan terbatas pada upaya membantu nasabah dan Bank untuk mengkaji ulang sengketa secara mendasar dalam rangka memperoleh kesepakatan antara nasabah dan Bank.


Penanganan Pengaduan Nasabah


Dasar Pelaksanaan :
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan NO.2/SEOJK.07/2014 Tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Pada Pelaku Jasa Keuangan.
Definisi:

  • Pengaduan adalah ungkapan ketidakpuasan Nasabah yang disebabkan oleh adanya kerugian dan/atau potensi kerugian finansial pada Nasabah yang diduga karena kesalahan atau kelalaian Bank.
  • Nasabah adalah pihak-pihak yang menempatkan dananya dan/atau memanfaatkan pelayanan yang tersedia di Bank.

Mekanisme Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen :

  1. Bank wajib melayani dan menyelesaikan adanya pengaduan Konsumen sebelum pengaduan tersebut disampaikan kepada pihak lain.
  2. Bank wajib segera menindaklanjuti dan menyelesaikan pengaduan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penerimaan pengaduan.
  3. Dalam hal terdapat kondisi tertentu, Bank dapat memperpanjang jangka waktu sampai dengan paling lama 20 (dua puluh) hari kerja.
  4. Kondisi tertentu sebagaimana dimaksud pada angka 3 adalah:
    • kantor Bank yang menerima pengaduan tidak sama dengan kantor Bank tempat terjadinya permasalahan yang diadukan dan terdapat kendala komunikasi di antara kedua kantor Bank tersebut;
    • transaksi keuangan yang diadukan oleh Konsumen memerlukan penelitian khusus terhadap dokumen-dokumen Bank ; dan/atau
    • terdapat hal-hal lain di luar kendali Bank seperti adanya keterlibatan pihak ketiga di luar Bank dalam transaksi keuangan yang dilakukan oleh Konsumen.
  5. Perpanjangan jangka waktu penyelesaian pengaduan sebagaimana dimaksud pada angka 3 wajib diberitahukan secara tertulis kepada Nasabah yang mengajukan pengaduan sebelum jangka waktu sebagaimana dimaksud pada angka 2 berakhir.

Prosedur Pengajuan Penyelesaian Sengketa


  1. Pengajuan penyelesaian sengketa melalui Mediasi Perbankan dapat dilakukan oleh nasabah atau perwakilan nasabah.
  2. Sengketa yang dapat diajukan penyelesaiannya melalui Mediasi Perbankan adalah sengketa yang memenuhi syarat sebagai berikut:
    • pernah diajukan upaya penyelesaiannya oleh nasabah kepada Bank.
    • sengketa yang diajukan tidak sedang dalam proses atau belum pernah diputus oleh lembaga arbitrase atau peradilan, atau belum terdapat kesepakatan yang difasilitasi oleh lembaga Mediasi Perbankan lainnya.
    • sengketa yang diajukan merupakan sengketa keperdataan.
    • sengketa yang diajukan belum pernah diproses dalam Mediasi Perbankan yang difasilitasi oleh Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan; dan
    • pengajuan penyelesaian sengketa tidak melebihi 60 (enam puluh) hari kerja sejak tanggal surat hasil penyelesaian Pengaduan yang disampaikan Bank kepada nasabah.
  3. Nilai tuntutan finansial dalam Mediasi Perbankan diajukan dalam mata uang Rupiah dengan batas maksimum sebesar Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Nasabah tidak dapat mengajukan tuntutan finansial yang diakibatkan kerugian immaterial.
  4. Pengajuan penyelesaian sengketa dilakukan secara tertulis dengan mengisi formulir pengajuan penyelesaian sengketa dengan menyertakan dokumen berupa:
    • fotokopi surat hasil penyelesaian pengaduan yang diberikan Bank kepada nasabah;
    • fotokopi bukti identitas nasabah yang masih berlaku;
    • surat pernyataan yang ditandatangani diatas materai yang cukup bahwa sengketa yang diajukan tidak sedang dalam proses atau telah mendapatkan keputusan dari lembaga arbitrase, peradilan atau lembaga Mediasi Perbankan lainnya dan belum pernah diproses dalam Mediasi Perbankan yang difasilitasi oleh Otoritas Jasa Keuangan/Bank Indonesia;
    • fotokopi dokumen penduking yang terkait dengan sengketa yang diajukan; dan
    • fotokopi surat kuasa, dalam hal pengajuan penyelesaian sengketa dikuasakan.
  5. Pengajuan penyelesaian sengketa oleh nasabah ditujukan kepada Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen dengan tembusan yang disampaian kepada Bank.
  6. Proses Mediasi Perbankan dilaksanakan setelah nasabah atau perwakilan nasabah dan Bank menandatangani perjanjian Mediasi ("agreement to mediate") atau perjanjian fasilitasi yang memuat:
    • kesepakatan untuk memilih Mediasi Perbankan yang difasilitasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dalam penyelesaian sengketa; dan
    • persetujuan untuk patuh dan tunduk pada aturan Mediasi Perbankan atau aturan fasilitasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
  7. Pelaksanaan proses Mediasi Perbankan sampai dengan ditandatanganinya Akta Kesepakatan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak nasabah atau perwakilan nasabah dan Bank menandatangani perjanjian Mediasi ("agreement to mediate") atau perjanjian fasilitasi dan dapat diperpanjang sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja berikutnya berdasarkan akta kesepakatan nasabah atau perwakilan nasabah dan Bank.
  8. Kesepakatan antara nasabah atau perwakilan nasabah dan Bank yang diperoleh dari proses Mediasi Perbankan dituangkan dalam suatu Akta Kesepakatan yang ditandatangani oleh nasabah atau perwakilan nasabah dan Bank.

*Untuk Proses Pengaduan Nasabah dapat menghubungi Customer Services dan Call Center (14083) Bank Mestika.


**Bank Mestika merupakan bank yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Mediasi Perbankan ini dibuat dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, jika terjadi perbedaan antara keduanya maka yang akan dipergunakan adalah versi Bahasa Indonesia.